Showing posts with label liku. Show all posts
Showing posts with label liku. Show all posts

Sunday, December 29, 2013

2013


  


Pernah terpikir kenapa 2013 pergi terlalu cepat? 
Bisa jadi karena terlalu banyak pinta yang tidak dikabul. Atau bahkan kamu yang banyak berhutang sebab tidak sanggup bersyukur atas banyak hal.



Sunday, August 25, 2013


Besok akan jadi hari pertama saya berkuliah. 
ini juga sekaligus postingan saya yang ke 100, hore!

Tuesday, February 19, 2013

Remedi

Img resource: www.handmadecharlotte.com
Bagi yang hidupnya buntu

Jangan melulu berselimut dalam sendu

Karena logika, nurani & kenyataan tidak seirama, tidak pernah padu

Saya bantu dengan doa dan remedi

Tapi sifatnya hanya sebagai analgesik;

Bersyukur, bersabar, berserah Sig : I tab p.o  t.i.d  p.c (re: 3 x 1 setelah makan)


Semoga jiwa kita lekas sembuh

Semoga kita tidak kalah bersaing dengan waktu

Saturday, January 19, 2013

Fyi

Berita buruknya, laptop tua saya akhirnya koit, alias metong alias dipencet-pencet tp gak mau nyala.
sedihnya, file artwork dari jaman jebot sampai sekarang ada disana.
Berita baiknya, saya jadi lebih konsen belajar untuk tes karena udah gak ada sarana untuk gambar iseng iseng lagi.



Monday, December 31, 2012

2012

2012 mililk saya, lebih kepada satu kata, pancarona. yang kalau dipecah menjadi keping ada yang gelap ada yang terang.

Sayangnya, saya tidak pernah merasakan euforia di setiap malam tahun baru, tidak pula pada tanggal 1 tepat tahun baru. Buat saya tahun baru adalah tahun lalu dijumlah satu.

2012 merupakan jaman kejayaan gangnam style; band yang digawangi bintang porno kembali laku; dan jakarta yang mendadak berseragam kotak-kotak Jokowi.

dan buat saya, 2012 sudah banyak kasih bekal untuk pergi menghadap 2013.

selamat tahun baru, resolusi tahun ini saya belum mau menikah kok





Monday, October 29, 2012

Tanya Jawab

  Sebagian orang mungkin bertanya-tanya apa yang saya lakukan selama ini. untuk yang belum tahu atau yang mau tahu atau pun yang tidak peduli: saya menjalani gap year saat ini (kalau kata orang-orang namanya pengangguran).

Dalam perjalanan ke Bandung, saya selalu bawa buku kecil untuk mencatat
Tapi saya berani jamin, saya tidak menganggur. saya di rumah bersama orang tua saya selama 24 jam setiap harinya. 

Saya sedang bereksperimen dan mendalami teknik Decoupage; salah satu teknik dalam crafting menggunakan lem dan kertas.
Percaya atau tidak justru saat ini saya baru benar-benar belajar. terlepas dari kurikulum yang mengikat, saya belajar tentang hidup. terlepas dari jadwal yang mengekang, saya belajar mendisiplinkan diri. terlepas dari teman-teman untuk bergantung, saya belajar mandiri.

Saya juga sedang membaca buku bisnis dan ternyata menjadi sangat tertarik. di halaman kiri : catatan saya tentang strategi bisnis yang dipakai oleh perusahaan Swatch, jam tangan dari Swiss.
Bukan cuma Anda yang sering merasa ragu. saya sampai hari ini masih ragu : apakah yang saya lakukan ini benar atau tidak. tapi hidup bukan untuk disesali tapi untuk disyukuri, betul kan?

setahun ini saya banyak memerhatikan dan mencatat bertanya dan menjawab
  
Saya memang tidak mendapat gelar, bahkan tertinggal setahun. setidaknya saya belajar bahwa hidup bukan untuk mendapat materi, tapi hidup itu untuk belajar. saya juga baru benar-benar sadar bahwa hubungan Anda dengan Tuhan adalah suatu yang sangat penting. terdengar klise, terdengar naif. tapi mengakulah, if you are in doubt He is the only way out.

Saturday, September 22, 2012

Berkaca

Baru saja saya melakukan riset paling hebat di sepanjang sejarah, setidaknya sepanjang sejarah hidup saya.

Saktinya, saya tidak perlu budget tidak perlu laboratorium mutakhir. Saya tidak pula memberi nama spesies belalang baru atau makhluk mikroba tak kasat mata.

Saya di kamar mandi, saya meneliti saya. Yang saya kira cuma seonggok daging isi kentut dan tulang.


Ternyata tidak.


Dan ini hasil temuan saya :


1. Saya makhluk yang menyedihkan yang selalu lupa kalau spesies golongan saya ini diciptakan dengan otak yang luar biasa hebat. Yang jika selnya dibuat berjejer bisa bolak-balik bulan bumi. Bukan berarti saya suka gak pake otak, tapi saya lupa dan menyepelekan potensinya. Saya biasa berhenti di tengah jalan, merasa cukup, akhirnya tidak maksimal.


2. Saya tergolong manusia tipe omdo. Bukan omdo tapi mungkin mimdo, maksudnya mimpi doang. Mungkin kalau hidup cuma butuh mimpi tanpa usaha, saya sudah muda kaya raya mati masuk surga. Sayangnya, tuhan tidak membuat mekanisme seperti itu.


3. Saya tidak suka mengaku. Saya tidak suka dikritik. Ringkasnya, saya penakut. Rasanya mau bilang saya ini pengecut tapi tidak tega (dan tidak rela).


Bayangkan berapa nyali yang saya korbankan demi membuat riset ini. Untuk ukuran saya, membuat riset ini saja sudah terhitung berani dan perlu diacungi jempol, walaupun jempol saya sendiri.


Simpulan :

Bukan berarti saya menjelek-jelekan diri saya. Bukan juga saya tidak bersyukur pada Tuhan justru saya tahu saya salah satu masterpiece Tuhan yang paling keren seantero dunia jadi saya perlu meneliti diri saya sendiri.

Dan lagi untuk menjawab pertanyaan saya selama ini, 'Apakah saya sudah cukup baik?'.

Dan saya sudah mendapat jawabannya,

Lewat berkaca.


Pernahkah Anda juga bertanya dan berkaca?




Sunday, July 8, 2012

Tertunda

Setelah digantung bersama rasa penasaran selama sebulan, akhirnya terjawab sudah.
Mungkin sudah bisa diterka dari judulnya, tertunda.
sekejap kata 'tetap semangat' dan 'sabar' banjir lewat deretan sms tiada ujung.
aku menghargai kata-kata sakti itu tapi sejujurnya, mereka tidak dapat mengubah apa pun.
tidak satu pun.

kegagalan itu lagi-lagi menyengat masuk lewat pori-pori, menembus kulit, menusuk daging, membusuk mengeluarkan muntahan lewat air mata.
seperti itu rasanya gagal.
dua kali.

rasanya peribahasa 'bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian' pun sama sekali tidak mempan
toh ini nama nya 'bersakit sakit terus bersenang senangnya kapan?' itu baru dirasa pas.

persetan dengan mereka yang bilang jangan sedih, justru saat ini saat yang paling tepat untuk menangis sejadi-jadinya.

tapi itu juga tidak merubah apa-apa.

sampai saat ini saya masih dibutakan dengan masa depan. saya masih tidak bisa menentukan, saya hilang arah. 

tapi masih waras

mungkin coba lagi tahun depan?

Tidak lolos snmptn tulis 2012


Wednesday, May 9, 2012

Bule


Tawaran proyek lagi-lagi datang. Panggilan ini yang memaksanya untuk beranjak dari kursi malas dan layar computer yang terus menyala. Dengan mobil sedan hitam keluaran pabrik jepang ia menjajaki jalan-jalan raya berbalut aspal. Alamatnya sulit sekali sama dengan medannya. Dari yang tadi nya mulus berlapis aspal sampai jalan lubang lapis tanah merah. Seperti saat muda dulu, off road.

Aku kenal dia sudah 17 tahun lamanya. Tak banyak berubah. Hanya saja tambah keriput dan tambah putih kepalanya. Diam-diam aku selalu mengangguminya. Ia kuat tapi lembut. Ia cerdas tapi konyol. Hidupnya keras tapi tetap senyum. Ia dewasa tapi nonton kartun. Ia kadang bisa jadi bapak bisa juga jadi adik tapi dia selalu jadi teman.
Tanpa banyak ah uh ia turun dari mobil, liat sekeliling, survey ceritanya. Dengan tablet pc nya yang terlalu besar untuk jadi handphone dan terlalu kecil untuk tablet ia mengabadikan tempat itu. Disimpannya agar ia menguasai daerah itu dan tahu apa yang harus dibangun di tempat seperti itu. Biasa, kerjaan arsitek.

Anak-anak kampong bersepeda ria. Sekitar 3 sampai empat kawanan berhenti melihatnya lalu berbisik, “gile ada bule!” tidak yakin itu bisikan atau raungan. Teman lainnya ikut sahut “iya lagi suting lagi tuh” tidak yakin itu hardik atau puji.
Lucu sekali kalau mereka mengetahui dia sunda tulen peranakan ciamis dan tasikmalaya. Orang asli Indonesia yang kalau belum makan nasi tidak afdol dan yang kalau di rumah berpakaian tidak senonoh singlet dan kolor setengah paha.

Masih mau dibilang bule?